PHOTO JB3

KOOR JOHN-BERD

Dalam suatu acara di lingkungan pada bulan Februari tahun 1999, Rm. Priyadi, SJ me-ngusulkan agar warga Katolik di Permata Hijau membentuk koor lingkungan.  Usulan tersebut lalu ditindak-lanjuti oleh Ibu Michaela Tanaga yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Lingkungan Paus Yohanes Paulus II.

Oleh karena pada setiap pertemuan lingkungan, selalu merupakan gabungan dari dua lingkungan yaitu Paus Yohanes Paulus II dan Santa Bernadette, jadilah nama dari koor lingkungan resmi menjadi Koor John-Berd.

Dalam perjalanannya, Koor John-Berd sudah mengalami 4 kali pergantian Ketua/Koordinator, mulai dari pendiri dan ketua yang pertama, yaitu ibu Michaela Tanaga; lalu yang kedua adalah Ibu Yulia Sutandi, yang ketiga adalah Ibu Sri Sumendap dan saat ini diketuai oleh Ibu Mega Arif.

Dari awal berdiri sampai saat ini, Koor John-Berd terus mengalami perubahan dan pertumbuhan kearah yang lebih matang dan penuh dengan rasa kekeluargaan dan ke-bersamaan.  Setelah satu tahun berdiri dan merasa lebih mantap, Koor John-Berd mulai memberanikan diri untuk melayani di Gereja St. Yohanes Penginjil dalam 1 bulan 1 kali  pada Misa hari Sabtu minggu kedua jam 17.30 setiap bulannya.

Koor John-Berd  berkomitmen untuk melayani kebutuhan di lingkungan, baik dalam pertemuan-pertemuan  pada  masa  Pra Paskah  (Maret-April),  bulan Maria (Mei dan Oktober), bulan Kitab Suci (September) dan masa Adven (November-Desember).  Selain itu juga pada saat dibutuhkan oleh warga lingkungan ketika berduka, maupun pada acara syukuran lainnya, seperti misa syukur untuk sebuah pernikahan.

Pada awalnya Koor John-Berd berlatih hanya 1 x dalam 1 minggu.  Belajar dari pe-ngalaman pada saat mendadak diminta untuk melayani pada Misa untuk orang meninggal, Koor John-Berd tidak sempat berlatih lagi, sehingga tampil apa adanya.  Semenjak itu Ibu Mega, memutuskan untuk koor berlatih 2 x dalam 1 minggu, yang jatuh pada setiap hari Senin dan Rabu; supaya pada saat kapanpun bilamana dibutuhkan, Koor John-Berd siap untuk melayani.

Usia yang cukup beragam dari anggotanya, dengan usia termuda, Elga 33 tahun dan yang tertua adalah ibu Inemelia usia 83 tahun, membuat koor John-Berd cukup unik de-ngan keaneka-ragaman karakter dari setiap anggotanya.  Tetapi diatas semuanya itu, misi untuk melayanilah yang mempersatukan seluruh anggota koor ini.

Mengingat bahwa kebanyakan dari anggotanya telah berumur rata-rata diatas 40 tahun, membuat Koor John-Berd menyadari, bahwa ia memerlukan kaderisasi anggota yang lebih muda, supaya mutu suara bisa lebih terjaga dan ‘more powerful‘.

Untuk hal itu, ibu Mega Arif melalui ulasan khusus ini, menghimbau kepada semua warga lingkungan terutama yang masih muda dan atau yang berjiwa muda dan senang me-nyanyi, baik wanita maupun pria, untuk bergabung bersama Koor John-Berd, karena koor tidaklah lengkap tanpa suara pria.

Untuk menjadi anggota Koor John-Berd caranya mudah, hubungi saja Ibu Mega Arif di nomor 0812 944 0808  atau  Ibu Marlisa Gumulya di 0816 131 8211 untuk audisi.  Apa saja sih yang dilihat dalam audisi?  Audisi ini diperlukan agar supaya pelatih kita, Sdr. Ata Kapitan, mengetahui di grup suara mana Anda akan dilatih, apakah di Sopran, Mezzo Sopran atau Alto.  Dan untuk pria apa di Tenor, Bariton atau Bass.

Dan tentunya selain harus senang menyanyi, (bukan berarti sudah harus pandai me-nyanyi, loh;  karena untuk urusan yang satu ini teknik menyanyi akan dilatih oleh pelatih kita yang handal dalam bidang vocal dan koor, dengan penuh kesabaran); dibutuhkan juga 1 hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu komitmen untuk melayani.

Tidaklah heran, untuk urusan komitmen ini, anggota Koor John-Berd yang tinggalnya sudah tidak di lingkungan Permata Hijau lagi, ~ seperti Ibu Belantari  yang sudah pindah ke BSD Tangerang, Ibu Trees Parmadi ke  Lippo  Karawaci,  Ibu  Willy  Pondaag  ke  Permata Buana dan Ibu Mary ke Jakarta Pusat;   selain  itu ada juga ibu-ibu yang sejak awal tinggal di luar lingkungan Permata Hijau yang ikut bergabung dengan Koor John-Berd, mereka adalah Ibu Meilina di Terusan Hang Lekir, Ibu Swanny di Kebayoran Baru, Ibu Lilik di Pondok Indah, Ibu Sutino, Ibu Sri dan Ibu Menik di Juraganan ~ ;  tetapi mereka semua tetap setia untuk berlatih dan melayani di lingkungan kita bilamana di-butuhkan.

Mari kita simak beberapa pesan dan kesan dari anggota Koor John-Berd.

Selain memang senang menyanyi juga merasakan kebersamaan dan persaudaraan yang erat antar anggota koor dan dengan menyanyi selain melayani Tuhan, kita juga melayani sesama.  ~ Betsy Mukti ~

Sebagai warga ikut partisipasi untuk pelayanan, kerukunan dan kebersamaan, supaya lebih akrab dan semangat melayani Tuhan.  ~ Evy Roan ~

Misi pelayanan, walaupun sekarang tinggal lumayan jauh tetapi tetap dekat di hati.  Maju terus untuk Koor John-Berd!  ~ Trees Parmadi ~

Rasa kebersamaan, kedekatan satu sama lain dan juga rasa kangen, karena pada saat menyanyi beban hidup yang ada rasanya hilang.  ~ Listya ~

Dulu sudah  pernah turut mendirikan koor waktu masih di Paroki Katedral dan membina koor mudika disana.  Jadi setelah tinggal di Permata Hijau, ikut bergabung di Koor John-Berd.  Maju terus pantang mundur buat Koor John-Berd! ~ Rina Rahman ~

Menyanyi buat Tuhan dan semangat melayani.  Dengan menyanyi rasanya hati menjadi plong!  Menambah rasa persaudaraan diantara teman-teman.  Semoga tambah oke dan semangat tidak putus-putus buat semua anggota koor.  ~ Maria Irene ~

Menyanyi itu seperti berdoa, karena kita menyanyi untuk Tuhan.  Rasanya senang sekali bergabung dengan Koor John-Berd, karena dulu senang menyanyi tapi tidak mengerti not lagu, tetapi sekarang tambah mengerti.  Dan rasa persaudaraan begitu terasa, karena ibu-ibu sesama anggota saling memperhatikan.  ~ Menik ~

Kerinduan untuk melayani.  ~ Marcella ~

Karena senang menyanyi apalagi setelah bergabung di Koor John-Berd rasanya tambah dekat dengan Tuhan.  Lebih mendalami agama dan lebih bisa mengerti dan tahu banyak dari segi rohani, sehingga bisa lebih mencintai Tuhan melalui nyanyian.  Misa tanpa koor rasanya seperti makan nasi tanpa garam. Dengan niat yang baik, pasti bisa maju terus.  Merasakan adanya tuntunan dari Tuhan, sampai waktu diminta mengisi koor pada Misa tengah malam pada Kamis Putih, ibu-ibu semua bersedia dan kompak.  Setiap anggota koor pasti merasakan seperti apa yang saya rasakan, bahwa peranan koor dalam Misa itu penting, bukan sekedar cuap-cuap.  ~ Mega  Arif~

“Ayo, muda-mudi, keluarga muda maupun bapak-bapak; bergabunglah bersama Koor John-Berd.”  Mari kita menjawab ajakan Ibu Mega ini dengan bergabung di Koor John-Berd.  Karena Koor John-Berd adalah milik kita bersama untuk kita dukung keberadaannya dalam pelayanan bagi sesama di lingkungan kita maupun bagi Gereja.

Sumber : Michaela, Mega dan anggota Koor John-Berd dirangkum oleh MG — photos courtesy of Koor John-Berd